Sebabnya Zul yang saat ini duduk di Komisi VII DPR yang membidangi salah satunya soal kementerian Ristek dinilai memiliki pengalaman dan latar belakang yang lebih pas dibanding calon lain yang diajukan PKS.
"Kalau dari PKS kita satu kata ya Zulkieflimasyah. Alasanya selama ini dia cukup mendalami di Komisi VII. Latar belakang Zul juga mendukung untuk duduk di kabinet dan dia termasuk yang diusulkan PKS," kata Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto kepada detikcom, Minggu (23/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kementerian Ristek harus dipegang orang yang berbasis DPR. Ini sangat penting karena mereka sudah berproses dengan masyarakat sehingga punya interaksi denegan publik. Akan berbeda jika tidak berbasis anggota DPR. Artinya interaksi publiknya terbatas," paparnya.
Selain itu, lanjut politisi muda potensial ini, jika SBY merekrut kader muda yang berpengalaman dan potensial dalam kabinetnya, tentu akan bisa membantu SBY dalam mewujudkan cita-cita besarnya menciptakan Indonesia yang lebih maju dalam bidang teknologi.
"Saya melihat kekuatan yang dari DPR, selain bisa berinteraksi dengan semua komponen bangsa, dengan parlemen, dia juga sangat menguasai regulasi dan tata kerja selama ini. Ini tentu akan sangat membantu kerja-kerja Pak SBY," paparnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa PKS telah menyetorkan 8 nama dengan pos kementeriannya masing-masing ke SBY. Kabarnya, SBY akan memenuhi keinginan PKS itu pada beberapa titik. Atas dasar itulah, Komisi VII berharap untuk kementerian yang menjadi mitranya di parlemen dapat diisi orang-orang yang sudah berpengalaman.
8 nama yang disetorkan PKS kepada SBY adalah Menkominfo, Ir Tiffatul Sembiring, Mensos, DR Salim Sagaf Aljufri, Mendiknas, Prof DR Irwan Prayitno, Menakertrans, Soeripto SH, Menristek Drs Suharna, Menperin, DR Zulkiefliemasyah, Mentan Ir Suswono dan Menkokesra, DR Hidayat Nurwahid.
(yid/iy)










































