"Berdasarkan sumber yang pernah tinggal dengan Noordin, selama bulan puasa ia tidak membuat aktivitas perencanaan misi," kata pengamat intelijen Dynno Chressbon saat berbincang lewat telepon, Minggu (23/8/2009).
Dalam 20 hari puasa pertama, Noordin sibuk berdiskusi bersama para 'ustadz'. Pembicaraan yang dilakukan berkisar soal kesiapan para calon 'pengantin' yang sudah dilatih untuk peledakan.
"Noordin juga menanyakan soal perkembangan pengiriman uang dan sibuk mengatur kontak dengan jaringan di luar negeri," jelasnya.
Sedangkan pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadan, Noordin tidak akan melakukan aktivitas mencolok selain mengaji. Ia akan fokus menghatamkan Al Quran dalam kurun waktu tersebut.
"Dia tidak akan pernah keluar selama 10 hari terakhir, karena pasti sibuk mengaji," tutupnya.
(mad/mad)











































