"Tarif parkir berbayar ini bukan untuk komersialisasi, tapi menjaga keamanan, ketertiban dan mengurangi jumlah kendaraan yang masuk kampus," kata Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Ainun Naim di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Sabt (22/8/2009).
Menurut Naim, jumlah kendaraan yang melintas di sekitar kampus terutama dari arah Boulevard menuju utara sudah demikian banyak. Selain itu, banyak pengguna jalan yang masuk di UGM itu yang sama sekali tidak terkait dengan kegiatan kampus.
"Ada juga parkir liar yang memakai lahan di UGM. Parkir liar itu mengganggu kenyamanan, dengan adanya parkir berbayar ini kita berharap bisa tertib," jelasnya.
Naim mengatakan, penerapan parkir berbayar itu akan dilakukan secara bertahap mulai pertengahan September 2009, terutama di kawasan kampus UGM bagian timur Jalan Kaliurang. Saat ini, sebanyak 2 portal elektrik untuk mobil dan motor beserta pos penjagaan telah selesai dibangun di kawasan Boulevard.
Sedang kawasan kompleks atau perumahan Bulaksumur dan Masjid Kampus UGM juga ditutup. "Pada tahap awal nanti yang akan dikenakan tarif parkir bagi para mahasiswa dan tamu UGM yang memakai mobil. Sedang dosen dan karyawan saat ini masih dibahas mekanismenya, misalnya dengan subsidi atau model lainnya," ungkapnya.
Naim menolak anggapan bahwa UGM tudak lagi menjadi kampus kerakyatan dengan adanya kebijakan baru itu. Ditegaskannya lagi, kebijakan itu hanya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan kampus sehingga suasana perkualihan tidak terganggu oleh ramainya lalu-lintas.
Saat ini UGM juga belum menunjuk beberapa rekanan yang mengajukan tender untuk parkir berbayar itu. Namun, beberapa anggota Satuan Keamanan Kampus (SKK) UGM sudah melakukan uji coba mengoperasionalkan portal elektrik yang ada di Boulevard.
(bgs/zal)











































