MUI: Warga Harus Lebih Peduli Sekitar, Bukan Main Hakim Sendiri

Pemberantasan Terorisme

MUI: Warga Harus Lebih Peduli Sekitar, Bukan Main Hakim Sendiri

- detikNews
Sabtu, 22 Agu 2009 07:27 WIB
MUI: Warga Harus Lebih Peduli Sekitar, Bukan Main Hakim Sendiri
Jakarta - Mencegah merebaknya konflik horisontal dalam pemberantasan terorisme, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan dan mempedulikan lingkungan sekitar. Bukan main hakim sendiri.

"Lebih peduli pada lingkungan, kita harapkan semua orang berusaha terutama dalam bulan Ramadan mencari ketenangan dan ketentraman. Tidak main hakim sendiri tetapi diusahakan agar semuanaya menurut jalur yang benar," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab.

Hal itu disampaikan Umar dalam perbincangan dengan detikcom , Jumat (21/8/2009).

Jumat kemarin warga yang tinggal di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat membakar 2 buah gubuk yang berada di tengah sawah persis di kaki Gunung Salak. Diduga tempat itu kerap digunakan untuk aktivitas menyimpang.

Warga di sekitar mengaku pernah melihat seseorang mirip buron tersangka terorisme Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani di lokasi tersebut.

Umar meminta masyarakat mengerti dan paham betul siapa teroris dan siapa yang bukan. Masyarakat diminta jangan memukul rata sehingga bisa menimbulkan masalah baru.

"Yang penting orang yang kita curigai segera laporkan ke polisi, jangan main hakim sendiri. Jangan lihat foto serupa kemudian langsung bertindak, percayakan pada polisi," imbuhnya.

Mengenai rencana polisi untuk mengawasi dakwah selama Ramadan, Umar mengatakan tak perlu polisi mengawasi. Umar menegaskan jika masyarakat ada kecurigaan bisa langsung dilaporkan.

"Saya kira tidak perlu diawasi. Tidak ada seorang mubaligh yang benar akan mengajarkan ajaran keliru seperti orang tertentu memahami ajaran jihad yang keliru. Saya yakin mubaligh menyadari bahwa ajaran agama damai mencari keselamatan," tutur Umar.

Mubaligh yang benar, selalu menjalankan dakwah ke arah ketengangan, sehingga orang merasakan kesejukan hati.

"Pokoknya prinsip dalam bulan Ramadan kita jaga ketenangan, jangan menimbulkan masalah baru. Dan kita harapkan orang yang punya niat keliru dalam memahami dasar ajaran agama ini tak menyebarkan kesusahan dan penderitaan orang lain," imbau dia. (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads