"Tanda-tanda kehadiran virus A H1N1 terdeteksi di dua peternakan di Wilayah Valparaiso (barat Ibukota Santiago)," ujar Menteri Pertanian Chili seperti dilansir dari AFP, Sabtu (22/8/2009).
Mentan Chili itu menambahkan, kecurigaan kepada kedua peternakan itu timbul saat 13 Agustus 2009 lalu, ditemukan produksi telurnya menyusut drastis secara tiba-tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada bukti penyakit ini menular di seluruh negeri sekarang," imbuh Mentan.
Pejabat Senior Kementerian Kesehatan Jeanette Vega mengatakan virus yang ditemukan pada kalkun bukan merupakan mutasi virus A H1N1. Unggas, cenderung tertular dari manusia.
"Apa yang terjadi dalam kasus ini adalah kita, manusia, menginfeksi kalkun. Virus yang diidentifikasi di ayam kalkun adalah dari jenis yang ditemukan di manusia. Tidak ada mutasi," jelas Vega.
Bagaimanapun yang masih menjadi perhatian adalah perpindahan virus ke unggas bisa memungkinkan terjadinya mutasi di masa depan. Dikhawatirkan virus flu babi bercampur dengan virus flu burung yang akan menghasilkan virus yang lebih ganas.
Chili termasuk negara yang paling parah terserang flu babi di kawasan Amerika Selatan yang hingga pekan ini menelan korban 116 jiwa.
(nwk/nwk)











































