"Pesertanya cukup banyak, ada yang datang jalan kaki dan naik mobil. Tapi semuanya dari luar desa kami," ujar seorang warga kampung Buntarejo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2009).
Menurutnya, para tamu-tamu peserta pengajian datang membawa tas punggung yang kelihatan cukup berat. Tapi sejak Urwah dinyatakan sebagai buronon menyusul ledakan di 17 Juli 2009, kegiatan pengajian yang materi khotbahnya disebut-sebut meresahkan tersebut jadi total berhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena pengajian itu di rumah Pak RT," ujar warga yang minta namanya tidak disebutkan karena merasa khawatir dengan keselamatannya.
Lima Murid Khusus
Di dalam pengajiannya, Urwah kerap menyampaikan materi pengajian. Pria bernama lengkap Bagus Budi Pranoto itu dan memiliki kemampuan memadai untuk berpidato itu juga mempunyai lima orang murid yang secara khusus dia didik.
"Mereka sering melakukan pengajian menyendiri di berbagai tempat. Kelima pemuda itu adalah IS, W, F, K dan I. Kami sudah berkali-kali mengingatkan kelima anak itu untuk tidak terlalu jauh mengikuti Urwah, namun mereka tetap bersikeras," ujar sumber detikcom.
(mbr/lh)











































