Jakarta - Polisi membantah bila 2 gubuk yang dibakar di kaki Gunung Salak adalah tempat teroris atau pun persembunyian buron kasus bom hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani. Gubuk itu tempat mengadakan aktivitas keagamaan tertentu yang dinilai menyimpang.
"Itu gubuk kecil, itu bukan rumah teroris. Itu rumah kumpul masyarakat yang mengadakan pengajian agak aneh," jelas Kapolres Bogor AKBP Suntana saat dihubungi melalui telepon, Jumat (21/8/2009).
Karena sudah diperingatkan warga untuk menghentikan aktivitasnya, para penghuni gubuk itu tidak mengindahkan, sehingga warga bertindak melakukan pengrusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah memeriksa saksi-saksi warga setempat, belum ada tersangka. Kita juga masih menunggu pemilik gubuk atau lahan itu untuk melaporkan," tutupnya.
(ndr/iy)