"Kalau melihat dari nilainya hasilnya biasa-biasa saja," ujar Kepala Tata Usaha SMKN 29 (STM Penerbangan) Blok M, Jakarta Selatan, Aan Maskyur, kepada detikcom, Jumat (21/8/2009).
Penelusuran detikcom pada buku catatan sekolah, Muhammad Syahrir lahir pada 25 Juni 1968. Dia masuk sekolah 1 Juli 1984 dan lulus akhir Juni 1987. Kakak tersangka teroris Syaifudin Zuhri ini mengambil jurusan motor dan rangka pesawat terbang.
Nilai-nilai mata pelajaran umum seperti agama, PMP, PSPB, dan Bahasa Indonesia yang didapat Syahrir hanya 6. Sedangkan mata pelajaran kejuruan seperti matematika 6, bahan motor 7, dan Bahasa Inggris 7.
Nilai mata pelajaran teori kejuruan Syahrir baik. Untuk konstruksi pesawat terbang 8, mekanik dan aero 9, motor pesawat terbang 7, dan rangka pesawat terbang 7.
Soal Syahrir yang pernah bekerja sebagai mekanik di Garuda Indonesia, menurut Aan, kemungkinan itu usaha sendiri. SMKN 29 baru bekerjasama dengan Garuda pada tahun 2000.
"Kita dulu belum ada MoU, jadi hanya sebatas praktek. Mungkin kalau Syahrir pernah kerja di Garuda itu melalui lamaran," kata Aan.
Syahrir saat ini tengah diburu polisi. Bersama Syaifudin, adiknya, dia diduga turut berperan dalam aksi pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli.
(nik/nrl)











































