"Ada 200 bangunan di atas saluran air. Ini akan merusak saluran air," kata Kasudin PU Tata Air Jakbar Heryanto di lokasi penggusuran, Jl Jelambar Baru, Jakarta, Jumat (21/8/2009).
Bangunan itu memanjang melintasi 3 RT yakni RT 14,13, dan 12 Jelambar Baru sepanjang kurang lebih 2 km. Di atas anak sungai Ciliwung dengan lebar 1,5 sampai 2 meter, warga mendirikan bangunan untuk dijadikan rumah. Warga sudah diperingati jajaran Pemprov Jakarta Barat namun tidak digubris.
"Nanti akan langsung kami keruk untuk normalisasi saluran air. Sangat penting menghindari banjir," ujarnya.
Akibat bangunan itu, kondisi sangat lembab dan kumuh. Saluran angin hampir tidak ada, bercampur dengan bau anak sungai yang hitam. Menurut warga, kondisi tersebut sudah ada sejak tahun 1970.
"Sejak 1973 sudah begini. Nggak bikin banjir kok. Kalau pun banjir, karena air pasang laut," ucap salah satu warga Lilis (55).
(Ari/aan)










































