"Pemikiran jihadnya tidak berubah. Kalau bertemu dia selalu menunjukkan video perang Irak dan Poso," ujar seorang sahabat Urwah yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (21/8/2009).
Dia mengaku bila berkunjung ke Solo kerap berdiskusi dengan Urwah. Pernah Urwah bercerita, apa yang dituduhkan polisi kepadanya, pada 2005 itu adalah tidak benar.
"Dia mengatakan apa yang polisi katakan itu bohong," terang sahabat Urwah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2004, Urwah ditangkap karena menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azahari. Urwah dibebaskan pada akhir 2007. Apakah dia tahu atau pernah bertemu dengan dua orang itu?
"Dia bercerita kalau dia tidak tahu siapa Noordin atau Azahari, dia mengaku hanya membantu teman," tutupnya.
(ndr/iy)











































