"Penduduk Afganistan diancam roket, bom, dan intimidasi, tetapi mereka tetap keluar rumah dan menggunakan hak pilihnya sungguh hebat," kata Presiden Afganistan Hamid Karzai, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/8/2009).
Pemerintah Afganistan menyebutkan, sedikitnya 9 warga sipil dan 14 anggota pasukan pengamanan terbunuh dalam 135 serangan di beberapa wilayah selama pemungutan suara berlangsung. Roket berjatuhan di kota, khususnya di sebelah selatan dan timur. Dua laki-laki yang menggunakan rompi bom juga meledakkan diri di kabul. Namun situasi keamanan masih terkendali.
"Secara keseluruhan situasi keamanan tidak seburuk yang kita khawatirkan. Hal ini tentu saja memberi pengaruh positif bagi pemilu kami," ungkap Komandan Misi PBB di kabul Kai Eide.
Survei yang dilakukan sebelum pemilu, menunjukkan Karzai yang sudah memerintah sejak tahun 2001, sangat mungkin menang. Namun cukup berat untuk melawan rivalnya mantan menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah yang selalu mengejutkan dan bersemangat dalam berkampanye.
Jika Karzai memenangkan lebih dari 50 persen suara maka dia akan mengakhiri pemilu Oktober 2009. (van/mad)











































