"Staff kami sudah melakukan interview dan ternyata kehamilan yang diakuinya hanya nampak seperti angan-angannya saja," ujar juru bicara Pemerintah Tunisia, seperti dikutip detikcom dari news.com.au, Jumat (21/8/2009).
Sebelumnya, wanita ini mengaku meminta obat penyubur kehamilan. Ia mengaku hamil melalui terapi fertilitas setelah beberapa kali mengalami keguguran. Namun investigasi yang dilakukan Kementrian Kesehatan Tunisia menunjukkan bahwa wanita ini justru memiliki gangguan kejiwaan dan tidak nampak seperti orang hamil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Tunisia menyampaikan bahwa wanita ini menolak dilakukan penyembuhan medik dan sekarang justru dilaporkan bersembunyi.
(van/mad)










































