Hal itu disampaikan Hidayat seusai penandatanganan serah terima pengembalian aset Sekjen MPR RI dan aset pemerintahan Pemprov Jabar, di Gedung Sate, Kamis (20/8/2009).
Ia mengatakan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Taufiq Kiemas (TK) yang siap menjadi ketua MPR karena alasan untuk menjaga UUD'45 dan Pancasila.
"Kalau alasan demikian seolah-olah menuduh bahwa pimpinan MPR sebelumnya, yakni pada periode kami tidak berhasil menjaga UUD'45 dan Pancasila," keluh Hidayat.
"Itu sesuatu yang tidak benar sama sekali," sambungnya.
Ia mencontohkan 'tragedi' Indonesia Raya beberapa waktu lalu di mana yang mengingatkan akan alpanya lagu Indonesia Raya dalam pembukaan rapat di Gedung DPR RI yang dihadiri Presiden SBY, adalah anggota MPR sendiri.
"Apa yang menginterupsinya Bapak Taufik Kiemas? Bukan, tapi dari MPR sendiri yaitu AM Fatwa," jelasnya membenarkan.
"Silakan kalau Bapak Taufik ingin maju, tapi tentunya dengan alasan yang faktual dan rasional," katanya
Dirinya menyayangkan jika semangat yang dimunculkan TK dalam pencalonannya menjadi Ketua MPR RI hanya sekadar semangat oposisi kekuasaan. "Kalau seperti itu tidak akan membangun demokratisasi," ujarnya.
(ern/anw)










































