Pertemuan berlangsung tertutup siang hari ini, Kamis (20/8/2009). Rombongan pihak DPP Majelis Dzikir SBY Nurussalam dipimpin ketua umum mereka, H. Haris Thahir.
"Presiden SBY, yang juga pembina Majelis Dzikir juga mengirim salam untuk Ustad (Baasyir)”, kata Haris, dalam surat elektronik yang detikcom terima.
Di dalam surat elektronik itu dijelaskan maksud kunjungan untuk silaturahmi terkait datangnya bulan suci Ramadan. Pertemuan berlangsung akrab dan konstruktif serta ada kesepakatan membuka peluang dialog bila ada masalah di masa mendatang.
"Kedua belah pihak membuka pintu dialog intensif untuk mencari titik temu dari setiap permasalahan, jangan sampai umat Islam dipecah belah pihak-pihak tertentu," ujar Haris.
Di dalam surat elektronik itu juga disebutkan bahwa Ustadz Ba’asyir mengingatkan agar Pemerintah RI agar bersikap tegas kepada Israel yang menurutnya masih menjajah bangsa Palestina. Dia mendesak Presiden SBY segera mencabut SK pembukaan Kantor Dagang Israel di Jakarta yang dikeluarkan Pemerintah RI pada 2001.
”Jangan justru membangun hubungan dagang atau dalam bentuk apa pun dengan Israel. Sebab, hal itu menyakiti hati umat Islam secara khusus dan masyarakat dunia pada umumnya,” kata Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Ustadz Wahyudin, mengenai tanggapan Ustadz Ba’asyir atas pertemuan silahturahmi DPP Majelis Dzikir SBY Nurussalam.
(lh/anw)











































