"Anggarannya masih terbatas, rata-rata sekitar 0,8 persen dari total anggaran
Departemen Kesehatan.Tahun ini Rp 200 miliar," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Agus Purwadianto.
Hal itu dikatakan Agus saat ditemui wartawan di Gedung Teater Nyamuk Jl Raya
Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Kamis (20/8/2009).
Kondisi yang demikian menurut Agus, dapat menghambat kegiatan penelitian di bidang kesehatan yang hasilnya akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi dan program pembangunan kesehatan.
"Tahun depan rencananya akan naik, anggaran yang tidak optimal dimanfaatkan di direktorat jenderal akan dialihkan untuk penelitian dan pengembangan," katanya.
Agus mengatakan, selain mengupayakan kenaikan anggaran, pihaknya juga melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki kinerja. Hal itu dilakukan agar selanjutnya bisa menghasilkan temuan yang bisa dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan kesehatan.
"Peneliti yang selama ini hanya bekerja di antara dinding akan diterjunkan ke
masyarakat untuk menyosialisasikan hasil penelitian yang didapat," pungkasnya.
(mpr/anw)











































