"Saya diajak ke Tangerang karena Si Udin mau buat pondok pesantren. Saya disuruh jadi pengurus," ujar Tjitra kepada wartawan di rumah Ketua RT 9/10, Sutarmanto, di Giring-giring II, Sukmajaya, Depok, Jabar, Kamis (20/8/2009).
Menurut Tjitra, biaya membuat pesantren berasal dari honor Syaifudin saat ceramah. Selain itu Syaifudin mengajukan proposal ke pabrik-pabrik di Tangerang.
"Saya tahu Si Udin mau buat ponpes karena kasihan melihat anak yatim dan anak jalanan sehingga ingin ditampung," ungkap Tjitra.
Sebelumnya Tjitra menghilang dari rumahnya selama 2 bulan karena mengurut dari kota ke kota dan mencari tokek. Dia mengaku pergi sendiri, tidak bersama Syaifudin. Namun di Jl Malioboro, Yogyakarta, Tjitra bertemu sambil lalu dengan Syaifudin.
Setelah dua bulan berkelana, Tjitra yang banyak tertawa saat diperiksa polisi, memutuskan mudik.Β "Sekarang baru pulang karena kemarin-kemarin mau pulang nggak punya ongkos," alasannya.
Syaifudin Zuhri adalah tersangka teroris yang sedang diburu. Nama aliasnya adalah Ustad Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh. Perannya adalah merekrut 'pengantin'. Belasan tahun Syaifudin menetap di Jl Giring-giring II, bertetangga dengan Tjitra, sebelum pindah ke Kuningan, Jabar.
(nik/nrl)











































