"Setahu saya soal (ketua MPR) itu sudah ada kesepakatan pada saat pembahasan UU Susduk," ujar. Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Effendi menuturkan, kesepakan PD dan PDIP itu memang tidak dilakukan secara tertulis. Sebab baik PDIP maupun PD menghargai komitmen politik itu secara gentlement. "Itu gentlement aggreement, tidak tertulis. Dalam politik itu yang utama itu komitmen," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga sama dukung Demokrat jadi Ketua DPR. Kita mutual kok. Dalam dunia politik tak ada yang gratis. No free lunch!," ungkapnya.
Namun Effendi mengatakan dukungan yang diberikan PDIP kepada PD baru sebatas itu saja dan belum masuk ke ranah dukungan bagi pemerintahan SBY. Termasuk juga soal jatah Menteri bagi PDIP di kabinet. "Kalau kabinet belum," kata dia.
Sementara itu, ketua Fraksi PD Syarief Hasan yang menjadi utusan SBY ketika menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, kemarin (19/8), membenarkan jika PDIP meminta PD untuk mendukung pencalonan Taufik Kiemas sebagai ketua MPR.
"Di sana PDIP memang menyampaikan keinginan untuk memajukan Taufik Kiemas, dan kami menghormati itu," tandas Syarif.
(Rez/yid)










































