Hutan Kawasan Gunung Rinjani Terbakar

Hutan Kawasan Gunung Rinjani Terbakar

- detikNews
Kamis, 20 Agu 2009 14:49 WIB
 Hutan Kawasan Gunung Rinjani Terbakar
Mataram - Belasan hektar lahan di dua titik hutan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNR) ludes terbakar dilalap api. Upaya pemadaman hingga Kamis (20/8/2009) siang masih terus dilakukan dengan peralatan seadanya.

Kepala Seksi Penanganan TNGR Wilayah II Lombok Timur, Lalu M. Fadli, yang dihubungi wartawan dari Mataram mengatakan, kebakaran berada di dua titik areal hutan kawasan TNGR, masing-masing Kembang Kuning (Sembalun) dan Cemara Rompes (Timbanu), Kabupaten Lombok Timur. Dua kawasan ini adalah pintu masuk kawasan Rinjani.

"Kami tengah berupaya memadamkan kobaran api itu," ujar Fadli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angin kencang dan musim kemarau menyebabkan upaya pemadaman berjalan lambat. Belum lagi medan yang berbukit menjadi kendala tersendiri.

"Petugas pemadaman tidak bisa mengarahkan mobil pemadam ke lokasi karena medan yang berbukit," kata Fadli.

Menurut Fadli, petugas TNGR sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran sejak pagi tadi bersama aparat TNI, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat yang bermukim di sekitar TNGR. Namun, tim pemadaman api itu hanya membawa kantong-kantong air, dan material lainnya seperti dedaunan yang akan dipergunakan untuk memadamkan kobaran api.

Kebakaran hutan ini diperkirakan sudah terjadi sejak Rabu kemarin. Besarnya kobaran api terlihat hingga Kota Praya, ibukota Lombok Tengah yang jaraknya 70 kilometer arah selatan Rinjani tadi malam. Sejumlah warga bahkan mengira Rinjani tengah meletus hebat.

Perkiraan sementara kata Fadli, api berasal dari gesekan alang-alang disertai sengatan sinar matahari di padang savana Rinjani.

"Mudahan yang terbakar hanya alang-alang saja," jelasnya.

Gunung Rinjani (3.726 dpl) berada di bagian utara Pulau Lombok. Secara keseluruhan, luas kawasan hutan Rinjani mencapai 125.000 hektare. Sebanyakย  41.330 hektar masuk kawasan Taman Nasional. dan sisanya 81.670 hektar adalah hutan produksi.

(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads