"Untuk Marriot ini bisa saja dari dalam negeri karena dananya tidak terlalu besar," kata Kepala Desk Antiteror Polhukam Ansyaad Mbai dalam diskusi di Kampus Unversitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (20/8/2009).
Ansyaad menjelaskan, biasanya dana teroris ejak dahulu berasal dari luar negeri yang dikirimkan melalui jalur tradisional atau uang langsung dalam bentuk tunai. Namun juga dalam bentuk barang, yakni barang dikirim ke dalam Indonesia dari suatu negera tertentu, lalu oleh para pelaku teror dijual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ndr/iy)











































