"Kejadian penyakit yang menular melalui vektor nyamuk masih tinggi," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Agus Purwadianto.
Hal itu dikatakan Agus saat ditemui wartawan di Teater Nyamuk di Jl Raya Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (20/8/2009).
Agus mengatakan beberapa jenis nyamuk telah resisten terhadap insektisida dan beberapa jenis virus serta kuman penyebab penyakit juga resisten terhadap pengobatan. Pemerintah sudah mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mengatasi penyakit tersebut.
''Pemerintah sudah memiliki strategi untuk mengendalikan penularan penyakit-penyakit tersebut dan memperbaruinya berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini terkait penyakit tersebut,'' kata Agus.
Sebagai bagian dari instansi kesehatan, Agus menjelaskan, pihaknya akan lebih banyak memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan penyakit dengan memberdayakan masyarakat.
"Peneliti tidak hanya bekerja di antara dinding, tapi juga terjun dan berinteraksi
dengan masyarakat untuk menyampaikan temuannya supaya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit," papar Agus.
(mpr/anw)










































