"Tanggal perjalanan 5 September 2008 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dengan GA 0980 ke Jeddah. Kembali ke Indonesia 25 September 2008," ujar Kahumas Ditjen Imigrasi Depkum & HAM Maroloan J Baringbing dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Kamis (20/8/2009).
Baringbing mengatakan, pada tanggal 25 September 2008, Syahrir tiba di Bandara Cengkareng. Namun tidak diketahui dari mana keberangkatannya.
"Asal kedatangan tidak ada datanya. Jenis visa tidak ada. Ini yang ada dalam data perlintasan," katanya.
Syahrir merupakan anak ketiga dari Djaelani Irsyad. Syahrir adalah kakak dari Syaifudin Zuhri. Keduanya merupakan buron Densus 88 yang diduga terlibat dalam ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton.
(gus/iy)










































