Teroris Rekrut Keluarga Sendiri Marak di Indonesia

Teroris Rekrut Keluarga Sendiri Marak di Indonesia

- detikNews
Kamis, 20 Agu 2009 11:34 WIB
Teroris Rekrut Keluarga Sendiri Marak di Indonesia
Jakarta - Fakta mengungkap sejumlah tersangka teroris ternyata memiliki hubungan kekeluargaan. Sistem kekerabatan dalam perekrutan teroris kini marak di Indonesia.

"Contoh nyata itu antara lain almarhum Ibrohim, Syaifudin dan Syahrir," ujar Kepala Unit Cybercrime, Bareskrim Polri, Kombes Pol Petrus Reinhard Golose.

Petrus mengatakan itu saat sambutan dalam peluncuran bukunya bertajuk 'Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul, Approach, dan Menyentuh Akar Rumput' di Auditorium Bumiputera, FISIP UI Depok, Jawa Barat, Kamis (20/8/2009).

Menurut Petrus, perekrutan dengan sistem kekerabatan juga berlaku bagi pelaku bom Bali I yakni Muklas, Amrozi dan Ali Imron. Ketiganya merupakan saudara kandung.

Selain kekerabatan atau kekeluargaan, penyebaran terorisme juga bisa menggunakan media massa, komunikasi langsung, dan lembaga pendidikan. "Namun media kekeluargaan merupakan media perekrutan yang marak terjadi di Indonesia," imbuh
dosen luar biasa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UI ini.

Tiga tersangka bom JW Marriott dan Ritz-Carlon, Ibrohim, Syaifudin dan Syahrir memiliki hubungan keluarga. Syaifudin dan Syahrir yang kini buron merupakan kakak beradik.

Sedangkan Ibrohim yang menjadi otak bom di hotel mewah itu merupakan adik ipar Syaifudin.
(nik/iy)


Berita Terkait