"Bantuan TNT masuk dari situ, itu jalur lintas, termasuk uang biasanya lewat jalur itu
dan petugas perbatasan Malaysia bersikap lebih longgar kepada mereka," ujar pengamat
terorisme Dynno Chressbon saat dihubungi detikcom, Kamis (20/9/2009).
Beberapa kelompok seperti NII, Darul Islam, dan Mujahiddin Kompak menggunakan jalur akses ini dari perbatasan Indonesia ke Filipina Selatan lewat sejumlah tokoh di Sabah, Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dynno menegaskan, kelompok-kelompok tersebut sudah menggunakan jalur ini lebih dari 20 tahun lamanya.
"Untuk mendapatkan akses senjata dan uang, mereka juga mendiami daerah perbatasan," tegasnya.
(fiq/gah)











































