"Tommy hanya test case terhadap akseptabilitas keluarga Cendana di Partai Golkar, apakah nama Soeharto dan keluarganya yang dulu penting bisa diterima kembali," kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Yulianto kepada detikcom, Kamis (20/8/2009).
Dikatakan Yuli, sejak Soeharto mangkat pada Januari 2008, keluarga Cendana sengaja 'tiarap' dari perpolitikan, khususnya di partai beringin. Kini, mereka ingin merebut pengaruh politik dengan memajukan Tommy sebagai uji coba.
Di Golkar, lanjutnya, Tommy berusaha memantapkan kekuatan politik lama yang pernah dibangun ayahnya lewat pendidikan kader. Dengan kata lain, Tommy sedang merajut kembali kesetiaan anak didik politik Soeharto di DPP Golkar terhadap keluarga Cendana.
Dengan tampilnya Tommy, kata Yuli, perebutan kursi ketua umum Golkar akan semakin sengit. Pertarungan posisi yang cukup prestisius itu nantinya menjadi pertarungan antara kalangan pengusaha, kaum muda, dan dinasti politik Cendana.
"Pengusaha akan diwakili oleh Surya Paloh dan Aburizal Bakrie, kaum muda ada Yuddy Chrisnandy, sedangkan keluarga Cendana diwakili oleh Tommy ini," pungkasnya. (irw/nrl)











































