300 Ribu pasukan gabungan Afghanistan dan asing menyebar untuk melindungi 17 juta pemilih di 6.969 TPS.
Presiden Hamid Karzai menekankan warganya untuk tetap melakukan pemilihan. "Demi stabilitas negara, demi kedamaian negara dan demi kemajuan negara," kata Karzai seperti dilansir BBC, Kamis (20/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larangan Peliputan
Pemerintah Afghanistan juga mendapat sejumlah kritikan atas pelarangan peliputan media terhadap aksi kekerasan yang terjadi pada hari pemungutan suara.
Amerika Serikat meminta pelarangan peliputan tersebut dicabut karena konstitusi Afghanistan menjamin kebebasan pers. Sejumlah jurnalis dilaporkan diganggu dan dipukul oleh aparat keamanan.
Selasa 18 Agustus lalu, lebih dari 20 orang tewas dalam serangan, termasuk di antaranya aksi bunuh diri di Kabul.
(lrn/fiq)










































