Kekerasan ini terjadi di jantung ibukota Afghanistan, ditengah ancaman sabotase Taliban pada 17 juta warga yang akan melakukan pemungutan suara pada Pilpres yang akan berlangsung dua hari lagi.
Meski begitu, pihak NATO menjamin kurang dari satu persen tempat pemungutan suara berisiko untuk diserang pihak milisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan ini menewaskan seorang anggota ISAF (International Security Assistance Force), tujuh warga sipil dan dua orang lainnya adalah staff PBB di Afghanistan," ujar seorang pejabat NATO yang dirilis dari AFP, Kamis (20/8/2009).
Milisi Taliban pun mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut di pusat kota Afghanistan dan sebelah selatan kota Jalalabad, yang menewaskan sekitar 21 orang dan mencederai sekitar 50 orang lebih. (fiq/lrn)










































