Desa yang biasanya sepi, tiba-tiba ramai, Rabu (19/8/2009). Apalagi saat tiga
mobil polisi datang untuk mengecek nama dan alamat DPO bernama Aryo Sudarsono
tersebut.
Warga berkerumun di sekitar rumah Kades Sidokumpul, Numbang, dan rumah
salah satu warga yang identitasnya agak dekat dengan DPO tersebut.
Numbang mengaku tidak mengenal Aryo atau nama aliasnya. "Kalau warga yang
menikah dengan orang Jawa Barat (asal Aryo), memang ada," katanya.
Dua warga asal Jabar itu bernama Hamdani (Pandeglang, Banten) dan Rian (asli
Padang, tapi mukim di Sukabumi). Hamdani kini tinggal di Jakarta, sedang Rian di
daerah setempat. Keduanya dinilai sama sekali tak mirip dengan ciri-ciri DPO
Mabes Polri.
Karena was-was, seorang warga menelepon Hamdani. Hamdani mengaku berada di Jakarta dan tidak tahu informasi DPO, karena jarang menonton televisi. Bapak satu anak itu bekerja sebagai tukang sablon.
Numbang mengatakan, warga kaget setelah mendengar kabar ada DPO di desanya.
"Tapi kami cari-cari, nama DPO itu tidak ada. Alamatnya pun salah. Mungkin palsu,"
jelasnya.
Warga berangsur-angsur bubar setelah rombongan polisi meninggalkan desa mereka. Alamat DPO sebagaimana dilansir Mabes Polri berjarak sekitar 67 Km dari Semarang dan berbatasan dengan Temanggung. Daerahnya berbukit dengan jalan yang naik turun cukup terjal.
(try/lrn)











































