Saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/8/2009), Isman mengaku tidak tahu menahu bahwa anaknya tersangkut kasus teroris. Suami Muslimah ini merasa terpukul dengan kabar ini.
"Kulo mboten mangertos. Nanging namine tiyang sepuh, nggih sedih, yen puterane tersangkut masalah (Saya tidak tahu. Tapi yang namanya orang tua, ya sedih kalau puteranya terkena masalah)," katanya terbata-bata dalam bahasa Jawa.
Isman juga mengaku sudah lama tidak bertemu dengan anaknya tersebut. Sebab sejak menikah, Bagus jarang tinggal di rumah. "Biasane wonten Solo (biasanya di Solo)," terangnya.
Ditambahkan Isman, Bagus, sekolah di desanya hanya saat tingkat Sekolah Dasar, yakni di Madrasah Ibtidaiyah Ma'rifatul Ulum. Selebihnya, ia menghabiskan belajarnya di luar kota. "Pernah mondok di Sowan Kidul, Jepara, sekitar enam tahun," ungkap Isman.
(djo/djo)











































