"Ini (keempatnya) tidak ada di tahun 2004, 2005, 2006. Orang baru. Sleeping Army Noordin," kata pengamat teroris yang menginterogasi eks teroris anak buah Noordin, Mardigu WP kepada detikcom, Rabu (19/8/2009).
Menurut Mardigu, sleeping army tidak bisa diketahui kapan perekrutannya. Sleeping army kapan pun bisa dipanggil saat dibutuhkan dan bisa pulang lagi melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti biasa.
"Sleeping army itu kita nggak tahu direkrutnya kapan. Bisa setahun, bisa dua tahun," jelas pendiri Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII) tersebut.
Keempat buron teroris tersebut yakni Syaifudin Zuhri, Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto,Β dan lalu Ario Sudarso.
(gus/iy)











































