Syaifudin dan Syahrir Pakai Celana Ngatung Saat Remaja

Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton

Syaifudin dan Syahrir Pakai Celana Ngatung Saat Remaja

- detikNews
Rabu, 19 Agu 2009 14:31 WIB
Syaifudin dan Syahrir Pakai Celana Ngatung Saat Remaja
Jakarta - Keluarga Djaelani Irsyad dikenal taat beragama. Djaelani memiliki 8 anak. Anak nomor 3 yaitu Mohamad Syahrir dan anak nomor 5, Syaifudin Zuhri, masuk dalam jajaran buronan teroris. Kedua anak itu sejak remaja berpenampilan Islami.

"Pas remaja sering pakai baju koko dan celana ngatung," kata Sapiah, bekas tetangga Syaifudin dan Syahrir, kepada detikcom yang menyambangi bekas rumah kedua tersangka teroris itu, Rabu (19/8/2009).

Menurut Sapiah, masa kecil kedua pria yang diduga terlibat bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton itu memang dihabiskan di rumah yang beralamat di Jalan Giring-giring II/104 Rt 09/10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, itu bersama ayah ibu mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga Djaelani meninggalkan Depok pada 1997. "Mereka datang ke sini tahun 1979 sampai sekitar tahun 1997. Mereka sekeluarga bersama bapaknya tinggal di sini tapi pada tahun 1997, mereka pindah ke Kuningan (Jawa Barat)," kata Sapiah.

Kini rumah yang pernah ditinggali Syahrir dan Syaifudin itu telah dijual. Rumah bercat kuning itu sekarang ditinggali sebuah keluarga.

Nama Syahrir dan Syaifudin dirilis sebagai buron Mabes Polri karena diduga terkait peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, 17 Juli lalu. Syaifudin diduga berperan sebagai perekrut 'pengantin' atau orang yang bersedia melakukan bom bunuh diri. Sementara peran Syahrir belum jelas.
(ken/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini