Awalnya, SBY dengan sempurna memberikan sambutan kepada ratusan anggota DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2009). SBY tampak tidak seperti orang membaca, lantaran alat telepromter yang dipasang di depannya bisa menuntun kalimat demi kalimat yang muncul di alat yang biasa dipakai presenter TV untuk membaca berita tersebut.
Namun, namanya teknologi pasti ada cacatnya. Saat semangat memberikan sambutan, tiba-tiba, pettt, alat itu tidak memunculkan tulisan. Orang nomor satu di Indonesia ini pun terhenti berpidato. Namun SBY sama sekali tidak panik. Dengan tenang, dia menunggu. Hingga satu menit, akhirnya teleprompter berfungsi kembali. SBY akhirnya melanjutkan pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun permintaan maaf Agung tak menyelesaikan masalah. Kritikan demi kritikan keluar dari aggota DPR dari beberapa fraksi. FPDIP yang paling keras mengkritik. Bahkan FPDIP sempat meminta agar Sekjen DPR diberhentikan.
Berbeda dengan pidato kedua dan ketiga, pidato pertama SBY di Gedung DPR pada 3 Agustus lalu berjalan lancar. Dengan mengangkat tema soal APBN, SBY membuat mayoritas anggota DPR puas. Bahkan, anggota DPR yang juga suami Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas (TK), memuji-muji pidato SBY. Kata TK, pidato SBY pro rakyat.
Dalam sebulan ini, Presiden SBY sibuk dengan agenda pidato kenegaraan di Senayan. Bila tahun-tahun sebelumnya cukup sekali atau dua kali, maka untuk tahun 2009 ini sampai tiga kali. SBY melalui juru bicaranya, Andi Mallarangeng, mengaku sempat direpotkan dengan persiapan pidato yang banyak ini.
"Saat ini Presiden SBY sedang menyiapkan pidato di Cikeas. Cuma saat ini agak repot karena ada tiga pidato kenegaraan dalam satu bulan," kata Andi kepada detikcom, Kamis (13/9/2009) lalu.
(anw/nrl)











































