Sejak beberapa hari lalu, memang polisi telah merazia pengguna jalan yang melintas di wilayah Pujon. Baik yang meninggalkan Pujon, maupun yang masuk ke wilayah tersebut.
"Beberapa waktu lalu, polisi meminta data warga baru dan yang selama ini tinggal di wilayah kami. Entah polisi itu dari polsek, polres, atau densus 88 saya tidak tahu, karena mereka tidak mengatakan secara jelas. Pastinya mereka polisi," kata Khoirun Kepala Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, saat dihubungi detikcom melalui telepon genggamnya, Rabu (19/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya waktu itu ada di Bandung, dan ditelpon oleh kepala dusun saya. Bahwa ada polisi mencari orang baru yang tinggal di desa kami," jelasnya.
Namun, sampai kini belum satu pun warga Desa Bendosari diamankan atau ditangkap oleh polisi terkait dugaan terlibat teror. "Belum ada warga kami yang ditangkap, meski telah datang untuk mencari orang yang diduga tinggal di desa kami," tegasnya.
Kapolres Malang AKBP Edi Sukaryo membantah adanya penangkapan warga Desa Bendosari terkait masalah teror atau jaringan teroris. Namun, dirinya mengaku telah melakukan pengawasan di wilayah tersebut. "Belum ada yang ditangkap," ucapnya.
(gik/ndr)











































