"Dari 68 sebelumnya, kini sudah ada 80 rekening," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein saat berbincang lewat telepon, Rabu (19/8/2009).
Berdasarkan hasil identifikasi, tidak ada transaksi yang mencolok dengan nilai uang yang besar. Rata-rata aliran uang hanya berkisar di bawah Rp 5 juta.
Menurut Yunus, pihaknya setiap hari menerima sekitar 65 laporan dari penyedia jasa keuangan. Namun, tidak seluruhnya dicurigai berhubungan dengan transaksi terorisme.
"Yang berhubungan baru segitu (80), tapi kemungkinan akan terus bertambah," jelasnya.
Dalam kasus bom Bali I, Bali II hingga peledakan di Kedubes Australia, PPATK juga menerima laporan aliran dana yang dikirim lewat kurir. Sebagian dana juga disinyalir berasal dari luar negeri dan masuk lewat jalur gelap.
"Dari kepabeanan juga kita selalu mendapat laporan," tutupnya.
(mad/nrl)











































