Penelusuran detikcom, Kholifah dinikahi SJ pada 25 Juli 2000 lalu. Saat itu, SJ berumur 23 tahun dan Kholifah berumur 22 tahun. Pernikahan kedua insan ini tercatat di KUA Sumber.
Setelah menikah, SJ kemudian mengajak Kholifah pergi. Suami istri ini hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kini, keduanya dikaruniai dua orang anak. Sebelum menikah dengan SJ, Kholifah yang merupakan santri dari sebuah pesantren yang ada di dekat rumahnya itu hanya mengenakan jilbab biasa. Namun, setelah dinikahi SJ, Kholifah mengenakan cadar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat datang ke perumahan ini, SJ membawa fotokopi KK dari Cilimus, Kabupaten Kuningan. Saat tinggal di perumahan ini, SJ juga sempat membuat KTP. Di KTP bernomor 32.03.06.130277.04942 itu tertulis nama Syaifudin Zuhri. Dia bertanggal lahir 13 Februari 1977 di Jakarta dan tinggal di Candraloka CC-3 no 6 RT 3 RW 10. KTP SJ berlaku sampai 13 Februari 2013.
Informasi dari pengurus RT setempat, pengurus RT tidak pernah membuat surat pengantar untuk pembuatan KTP SJ. "Kalau ada KTP, berarti dia membuat KTP tanpa melalui pengurus RT," ujar dia yang tidak mau disebut namanya kepada detikcom. SJ tidak mendapat rekomendasi pembuatan KTP dari RT, karena tidak memiliki KTP tempat asal.
Di perumahan ini, SJ menjadi imam masjid As Surur dan jualan obat herbal dan menerima order bekam. Sedangkan Kholifah mengajar di sebuah TK yang dikelola oleh para jamaah salafi.
Sejak April 2009, Saifuddin-Kholifah beserta anaknya tiba-tiba pindah. Tak jelas entah ke mana. Namun, jejak SJ setelah menghilang dari Perumahan Telaga Kahuripan sempat terendus di beberapa titik di Jakarta. Antara lain, dia pernah terlihat di sebuah rumah yang dikontrak Ibrohim bersama Dani di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Dia juga berada di sekitar Mega Kuningan, saat bom akan meledak.
Namun, di mana istri SJ tinggal selama 4 bulan terakhir, tidak diketahui. Sebab, di Jakarta, SJ hanya terlihat bersama sejumlah pria, tanpa diketahui ke mana Kholifah.
Kholifah juga belum bisa ditemui wartawan hingga Rabu (19/8/2009). Dia masih shock berat sejak tiba di rumah orangtuanya di RT 08 RW 3 Blok Kleben, Kelurahan Perbutulan. Dia shock karena mengetahui suaminya menjadi buron polisi.
Informasi dari keluarganya, Kholifah yang sering disapa Opi, sangat terpukul dengan kejadian ini. Opi merasa ditelantarkan, karena selama empat bulan tak pernah dihubungi suaminya.
"Waktu datang ke sini, dia hanya bertiga sama kedua anaknya. Suaminya tidak terlihat. Katanya dari Jakarta naik bus," ujar salah seorang tetangga.
Rencananya hari ini, Rabu (19/8/2009), polisi akan mengumumkan lebih detil siapa SJ dan bagaimana peranannya dalam kasus-kasus terorisme di Indonesia. Polisi juga akan menyampaikan para jaringan SJ dan Noordin M Top yang kini jadi buron polisi.
(asy/nrl)











































