Jejak Saifuddin Jaelani di Gunung Bunder

Bom Marriott dan Ritz-Carlton

Jejak Saifuddin Jaelani di Gunung Bunder

- detikNews
Rabu, 19 Agu 2009 09:06 WIB
Jejak Saifuddin Jaelani di Gunung Bunder
Jakarta - Laptop milik salah seorang remaja itu diperiksa polisi beberapa hari lalu. Polisi ingin mendapatkan lebih jelas tentang sepak terjang Saifuddin Jaelani (SJ) alias Syaifudin Zuhri dalam upaya merekrut para remaja. Jejak di Gunung Bunder pun terungkap.

Di file-file yang tersimpan di dalam laptop itu tidak ada foto-foto atau dokumen lain yang merekam jejak SJ. Namun, berdasarkan pengakuan pemilik laptop, dulu sempat tersimpan foto-foto SJ bersama belasan remaja saat melakukan rihlah (outbond) di Gunung Bunder di kawasan Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, sekitar 1 jam perjalanan darat dari kawasan Parung.

Rihlah itu digelar pada awal 2009 lalu. SJ yang memang dipercaya sebagai imam di Masjid As Surur Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor, menjadi pembinanya. Berbagai kegiatan dilakukan SJ dan para remaja. Selain materi riyadhoh (olahraga), juga digelar semacam renungan rohani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto-foto dokumentasi rihlah di Gunung Bunder itu benar-benar hilang di laptop itu. Kabarnya, sebelum menghilang dari Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, SJ sempat meminjam laptop yang berisi banyak dokumentasi tentang sepak terjang SJ itu. Namun, saat laptop itu dikembalikan, foto-foto SJ sudah tidak ada lagi.

Dengan berjuang sekuat tenaga, akhirnya Tim TI polisi berhasil mendapatkan foto-foto rihlah itu, meski file-filenya sudah dihapus. Dalam foto itu, terlihat SJ sedang membina sejumlah remaja Candraloka, termasuk Dani Dwi Permana (18), yang kemudian diketahui sebagai pelaku peledakan bom di Bom Marriott 17 Juli 2009 lalu.Β 

Kini, foto-foto tersebut disimpan polisi untuk kepentingan penyelidikan. Hingga sekarang, polisi masih terus memburu SJ dan jaringan Noordin M Top lainnya. Keluarganya di Cilimus, Kabupaten Kuningan, benar-benar tidak mengetahui ke mana SJ pergi.

SJ sempat tinggal di Telaga Kahuripan sejak akhir 2007 hingga April 2009. Dia dikenal sebagai pria yang murah senyum, ramah, dan sopan. Pria berumur 32 tahun itu dikenal sebagai ustad dan sering mengenakan sorban atau peci warna putih.

SJ dikenal sebagai hafidz (penghafal Al Quran). Dia mengaku pernah kuliah sekitar 4 tahun di Yaman. Karena ilmunya, dia dipercaya sebagai imam masjid di Masjid As Surur. Sehari-hari, dia bekerja sebagai pebisnis obat-obatan herbal dan menjadi ahli bekam.

Sejak April 2009, SJ tiba-tiba menghilang dari Perumahan Telaga Kahuripan. Dani Dwi Permana, yang memang dikenal sangat dekat dengan SJ, juga turut menghilang selepas lulus SMA. Dan 3 Agustus 2009 lalu, polisi memastikan bahwa Dani merupakan pelaku bom bunuh diri di Marriott. Polisi pun memburu SJ, karena diyakini sebagai perekrut Dani.

Rencananya hari ini, Rabu (19/8/2009), polisi akan mengumumkan lebih detil siapa SJ. Polisi juga akan menyampaikan para jaringan SJ dan Noordin M Top yang kini jadi buron polisi. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads