Seperti diberitakan situs berita news.com.au yang mengutip Xinhua, Selasa (18/8/2009), sungai yang menghubungkan Provinsi Zhejiang dengan Shanghai itu terpaksa ditutup untuk kapal selama hampir 2 minggu. Hal ini dikarenakan air sungai mencapai ketinggian 5,4 m.
Ketinggian air di sungai itu sekarang sudah mulai menurun. Sekitar 80 persen batu bara yang digunakan untuk keperluan pembangkit listrik di Provinsi Zhejiang, Shanghai, dan Jiangsu turut terseret arus air sungai.
Topan Morakot itu menerpa China 10 hari yang lalu. Topan ini menghantam daerah timur China, termasuk Zhejiang dan Shanghai, setelah sebelumnya menewaskan 128 orang di Taiwan. Di Taiwan sendiri topan ini menyebabkan banjir yang paling buruk selama 50 tahun terakhir.
(sho/nov)











































