"Kami mendapat telepon dari KBRI Malayasia bahwa Siti pulang besok setelah menjalani rangkaian persidangan di Kuala Lumpur," ungkap salah seorang anggota keluarga Siti Hajar, Syamsul Rizal, Selasa (18/8/2009), kepada wartawan.
Siti dijadwalkan berangkat dengan pesawat dari Kuala Lumpur pukul 14.00 WIB dan tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada pukul 14.00 WIB. Di Bandung Siti akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar rencana kepulangan Siti ini telah menyebar ke tetangga dan keluarga. Mereka pun bersiap-siap menyambut kepulangan Siti.
"Khususnya pihak keluarga terutama kedua anaknya Toni (14) dan Zaki (4) sudah sangat merindukan Siti karena lebih dari 3 tahun tidak bertemu," ungkap Syamsul.
Pihak keluarga berharap setelah nanti berkumpul di Limbangan, Siti tidak perlu datang ke Malayasia. "Kami sudah lelah menunggu, biarlah siti meneruskan hidup di Garut," ujar Syamsul.
Bantuan Modal
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut Jawa Barat, Elka Nurhakimah, menyatakan pihaknya akan menjemput Siti di bandara Husein Sastranegara Bandung. "Rombongan kami Rabu sore besok sudah berada di bandara Husein," ujar Elka.
Menurut Elka, setibanya nanti di kampung halamannya, Siti akan mendapatkan pemantauan dari pemerintah, terutama kondisi spikologisnya. "Kamipun akan memberikan pelatihan dan keterampilan serta memberikan modal usaha produktif agar Siti dapat hidup mandiri dikampung," ungkap Elka.
Siti Hajar adalah TKI yang selama 3 tahun mendapatkan penyiksaan dari majikannya Hau Yuan Tyang atau Michelle di Kuala Lumpur Malayasia. Siti yang meninggalkan Limbangan Garut pada 28 April 2006 lalu tersebut berhasil meloloskan diri dari majikannya pada 8 Juni 2009 sekitar pukul 13.00 WIB dengan taksi menuju KBRI di Malayasia untuk meminta perlindungan. (sho/sho)










































