Putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu dikabarkan menyatakan kesediaannya untuk tampil kembali ke gelanggang politik nasional karena ingin melanjutkan pengabdian politik bapaknya, Soeharto.
Koordinator Forum Pemersatu Anak Bangsa (FPAB) Bramandaru yang juga orang dekat Tommy, mendukung niat Tommy tersebut. Bramandaru beralasan, Golkar harus mulai dipimpin oleh orang-orang muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bramandaru menuturkan alasannya kenapa Tommy pantas untuk memimpin Golkar. Menurut penilaiannya, Tommy sangat mengikuti perkembangan di tubuh Golkar, popularitasnya masih bagus dan mengerti jalur ABG (ABRI/sekarang TNI, Birokrat dan Golkar).
Oleh karenanya, bila partai berlambang pohon beringin ini tetap memilih Aburizal Bakrie atau Surya Paloh, nasib Golkar tidak jauh di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla. "Mereka tidak didukung dan dekat dengan jalur ABG ini," jelas pria yang sedang mendampingi Tommy di Solo, Jawa Tengah, ini.
"Jadi kalau Golkar mau menang di 204 harus dari tokoh muda, ya Tommy," tandasnya lagi.
Diakui Bramandaru, yang juga kerabat dekat keluarga Cendana ini, belum ada pihak Golkar yang datang untuk meminta Tommy ikut dalam bursa calon pemimpin Golkar. Sementara, pihak keluarga sangat mendukung bila salah satu keluarganya itu masuk Golkar.
"Kalau keluarga, kalau ada menjadi salah satu bursa Ketua Umum DPP Partai Golkar sangat mendukung. Saya kira, masyarakat juga sudah tidak mempersoalkan sosok Tommy di masa lalu dan akan mendukungnya," pungkasnya. (gah/yid)











































