Menurut Lalu, Ical justru sangat menghargai peran DPD II dan ingin melibatkan lebih jauh dalam Munas di Riau sebagai peserta penuh. "Kita menganggap DPD II sangat strategis. Jadi, nggak benar itu kalau ada yang mengatakan kami yang mengusulkan. Itu hanya rumor dari kompetitor saja," kata Lalu kepada detikcom, Selasa (18/8/2009)
Menurut fungsionaris Golkar wilayah NTB ini, keikutsertaan DPD II dalam Munas merupakan harga mati bagi kubu Ical. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa DPD II banyak memahami persoalan Golkar karena bersentuhan langsung dengan basis massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Staf Khususi Menkokesra ini, serangan black campaign terhadap Ical ini muncul karena dukungan kepada Ical cukup besar sehingga sulit bagi kompetitornya untuk bergerak. Hal ini dibuktikan dengan setidaknya 438 DPD II dari 470 DPD II telah menyatakan dukungannya kepada Ical.
"Isu ini muncul kan karena ada persaingan. Sampai saat ini dukungan ke Pak Ical besar sekali dan mengalir terus. Setidaknya 438 DPD II sudah menyatakan dukungan dari jumlah total 470 DPD II. Sementara untuk DPD I semua menyatakan dukungan kecuali Sumatera Utara yang belum. Jadi totalnya 32 DPD I. Mungkin karena ini (black campaign)," pungkasnya.
(yid/iy)











































