Putra pertama pasangan Murdiyono (26) dan Pipit (20) asal Desa Waduk, Kecamatan Takeran, Magetan pukul 21.35 WIB meninggal dunia setelah distabilkan selama kurang lebih 2 jam.
"Kondisinya kritis dan lemah pasca operasi. Tapi sebelumnya, kedua bayi juga kondisinya sudah memprihatinkan," kata juru bicara kembar siam RSU dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpAK kepada wartawan saat di kamar jenazah, Selasa (18/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara orangtua kembar siam, Murdiyono terlihat syok dan menangis atas kondisi yang menimpa anaknya. Mereka mengaku segera membawa anaknya pulang dan dimakamkan di desanya. "Saya merasa kehilangan, apalagi ini anak pertama dan kesayangan keluarga. Tapi saya ikhlas kalau Tuhan memberikan yang terbaik," jelas pria yang menikah September 2007 lalu.
Sebelumnya, kembaran Bagus, Bagas Nur Auwalin meninggal pukul 19.30 WIB setelah menjalani operasi pemisahan pukul 19.00 WIB di ruang OKA lantai V RSU dr Soetomo Surabaya. Kedua bayi yang mengalami dempet perut atau omphalophagus dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya setelah RSUP dr Soedono tak sanggup merawat karena kurangnya peralatan. (fat/rdf)











































