Dinamakan Ankeruhr karena jam gadang berdiameter 4 meter ini berada di kantor perusahaan asuransi Anker yang kini bernama Helvetia di kawasan Hohermarkt, kota tua Wina. Ankeruhr dibuat pada tahun 1917 oleh seniman Franz Matsch dengan gaya Art Nouveau.
Ankeruhr berupa jembatan penghubung selebar 10 meter dari kantor Anker ke gedung di sebelahnya dan tingginya 7,5 meter dari permukaan tanah. Jam ini dilengkapi dengan 12 patung logam yang selalu berputar setiap jamnya.Β Patung-patung ini antara lain Kaisar Romawi Marcus Aurelius, Ratu Maria Theresia sampai komposer Joseph Haydn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikcom berkunjung, Minggu (2/8/2009), para turis sudah mulai berkumpul sejak pukul 11.30. Mereka ada yang duduk di trotoar dan memenuhi bangku cafe di sekitar Ankeruhr. Semua bersiap dengan kamera untuk mengabadikan momen unik ini.
Waktu yang dinantikan pun tiba, saat waktu menunjukan pukul 12.00 waktu setempat teng. Dimulai dari dentang lonceng 12 kali, maka dimulailah parade patung berputar perlahan diiringi alunan musik klasik karya Haydn yang indah. Dimulai dari patung Kaisar Marcus Aurelius, Kaisar Karl The Great, dan seterusnya sampai patung Ratu Maria Theresia.
Selama parade semua turis diam mendengarkan musik klasik. Parade selama 15 menit ini diakhiri dengan munculnya patung sang komposer Joseph Haydn. Begitu konser musik klasik ini selesai, pengunjung pun bertepuk tangan.
"Ankeruhr ini sungguh unik, musiknya sangat indah. Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi kalau berlibur di Wina," ujar Paul dan Sarah, pasangan turis asal Inggris.
(fay/irw)











































