Pembongkaran warung 'esek-esek' itu dilakukan warga Rt 06 Rw 02, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Puluhan warga ini membongkar sejumlah warung di Jl Soekarno-Hatta.
Warung di pinggir jalan ini, selalu menjual minuman keras. Warung ini juga menyediakan layanan wanita penghibur. Sepintas memang tidak terlihat adanya wanita malam di warung tersebut. Namun bila dilihat ke dalam warung yang beratap tenda plastik ini, maka tiap malam ada saja PSK yang mangkal di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saban hari di warung ini ada yang mabuk. Kalau malam suara musiknya juga kuat terdengar. Sudah kita peringati untuk membongkar sendiri, tapi tidak diindahkan. Akhirnya warga sendiri yang membongkar," kata Ketua RT, Ahmad S Udi saat ditemui detikcom, Minggu (16/08/2009) di Pekanbaru.
Pembongkaran warung remang-remang ini juga masih terkait menjelang bulan suci Ramadhan. Warga berharap selama bulan puasa atau seterusnya, di sekitar lingkungan mereka tidak ada lagi tempat maksiat.
"Ini tidak hanya karena menjelang mau puasa. Usai lebaran apabila warung di sini masih menjual minuman keras terutama tuak, maka kami tidak segan untuk membakarnya langsung," ancam warga.
Saat pembongkaran dilakukan, tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian. Namun warga mengaku mereka sudah melaporkan rencana itu kepada pihak terkait.
(cha/mad)










































