Sebelumnya, Sabtu 15 Agustus kemarin, sekitar pukul 08.30 waktu setempat, sebuah mobil yang membawa bom meledak. Ledakan yang juga melukai 91 orang tersebut terjadi hanya 5 hari menjelang pemilihan presiden.
"Targetnya adalah Kedutaan AS, tapi kami tidak dapat mencapainya," jelas juru bicara, Taliban Zabihullah Mujahid, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (16/8/2009).
Teror ini terjadi hanya berjarak 5 hari dari pemilihan presiden di negara tersebut. Presiden Hamid Karzai menegaskan, ledakan tersebut adalah teror namun tidak akan membuat Afganistan menunda waktu untuk pemilihan.
(mok/mok)











































