"Ketua MPR harus politisi senior, karena lembaga MPR sangat tinggi. Dia juga harus memiliki komunikasi yang luas dengan berbagai pihak, karena akan berhubungan dengan DPR dan DPD," ujar Pengamat Politik dari Indo Barometer, M Qodari.
Hal itu disampaikannya usai diskusi bertajuk 'Sekali Merdeka Tetap Menderita' di Rumah Makan Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jaksel, Sabtu (15/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qodari melihat ada kesepakatan-kesepakatan politik untuk membagi peran dan tugas. Sesuai susunan kedudukan, para fraksi besar setuju ketua DPR dari partai pemenang pemilu.
"Dan kemungkinan pos lainnya seperti ketua MPR diberikan ke partai lain yang merupakan partai besar," imbuhnya.
(mpr/sho)











































