"Dengan adanya kejadian itu sinisme masyarakat terhadap DPR meningkat," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari usai diskusi 'Sekali Merdeka Tetap Menderita' di Warung Daun, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2009).
Menurut Qodari, lagu ciptaan WR Supratman itu simbol sakral yang tidak seharusnya luput dilakukan. Dengan adanya ini, masyarakat khawatir nasibnya juga akan dilupakan oleh DPR. "Jangan-jangan nanti nasib rakyat dilupakan," imbuhnya.
Qodari juga menilai, pelimpahan kesalahan pada pembawa acara sidang paripurna Jumat (14/8/2009) kemarin dinilai tidak objektif. Karena itu perlu mekanisme resmi dari dalam DPR untuk mengusut karena ini insiden serius.
"Itu pukulan telak karena terjadi sebelum peringatan 17 Agustus," tandas pria berkacamata ini.
(nik/gah)











































