"Ini sebagai rasa syukur kami atas anugerah Yang Maha Kuasa atas berkah selama ini," kata Prio (32) kepada detikcom di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, (15/8/2009).
Selain kerbau, dibuang juga berbagai jenis makanan, buah-buahan, lauk pauk dan sebagainya. Semua sesajen tersebut dimasukkan dalam sebuah kapal dalam perayaan yang disebut Nyadran.
Acara tersebut juga diikuti ratusan nelayan serta puluhan kapal motor tradisional. "Kami juga berharap semoga rezeki ke depan lancar," tambah Wawan (45), nelayan Kali Baru.
Ikan di laut Jakarta kini sudah benar-benar susah didapat. Untuk jarak radius 1 mil dari pantai, tidak ada satu pun ikan yang hidup. Hal ini karena biota laut tidak bisa hidup akibat pencemaran laut yang sangat parah.
"Apalagi nelayan kami kebanyakan nelayan tradisional yang melaut jarak dekat. Tentu ini membuat posisi kami semakin sulit," kata Rozak (44), pelaut lainnya. (asp/nik)











































