"Fungsi intelijen harus dijadwalkan lagi. Polisi juga harus lebih maksimal," kata pengamat teroris Hermawan Sulistyo kepada detikcom, Sabtu (15/8/2009).
Pria yang pernah menjadi investigator bom Bali ini mengatakan, intelijen harus lebih memfokuskan diri dalam upaya antisipasi terjadinya teror. Sementara, pihak kepolisian memfokuskan diri pada pengejaran pelaku, baik yang telah meledakkan bom atau perencanaan pengeboman.
"Polisi lebih fokuskan pada uji forensik, penelusuran , pencarian pelaku. Sementara intelijen tugasnya penangkal potensi terjadinya aksi teroris," ungkapnya.
Tugas dua lembaga ini, lanjut Hermawan, akan menjadi lebih maksimal jika didukung oleh sokongan pemerintah dalam memberantas terorisme. Terutama dukungan dalam segi finansial. " Ini bisa diterjemahkan dalam anggaran," imbuhnya.
Apakah selama ini pemerintahan SBY sudah cukup maksimal memerangi teroris? " Presiden tidak secara khusus mengurusi hal ini. Tapi lebih pada kebijakan makro, misalnya memberikan arahan soal keamanan, penanganan, serta pencegahan dan penangkalan terorisme," papar pria berkacamata ini.
(anw/anw)











































