Rumah-rumah warga yang rusak itu berada di delapan desa, di antaranya Desa Sei Rotan, Bandar Setia, Sambirejo Timur, Bandar Kalippa, Bandar Klipa dan Desa Tembung.
Kerusakan terparah terjadi di tiga desa, masing-masing Desa Sei Rotan, Sambirejo Timur dan Desa Bandar Kalippa. Sejumlah atap rumah warga di tiga desa ini rubuh dan diterbangkan angin. Sementara di lima desa lainnya sebagian hanya rusak ringan.
Tumiran, warga Desa Bandar Kalippa mengatakan, puting beliung disertai hujan deras datang secara tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
"Awalnya hanya mendung. Tiba-tiba hujan turun dan angin kencang. Atap rumah jadi terbang," kata Tumiran.
Sementara Paiman, warga Sei Rotan menyebutkan, selain merusak rumah warga, ratusan hektar tanaman padi milik warga ikut tersapu angin. Akibatnya, warga terancam mengalami gagal panen.
"Sebagian padinya sudah mulai masak. Tapi lebih banyak yang masih muda," kata Paiman.
Sejauh ini belum diketahui pasti berapa kerugian akibat bencana ini, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
(rul/anw)











































