"Tiada kata selain minta maaf," kata kakak ipar Nana, Toni (42) di Kediaman Nana di Kampung Kebon Cau, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/8/2009) malam.
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Toni langsung pergi begitu saja. Sementara, Ketua RT 2 RW 13, Aceng Safrudin, juga meminta maaf kepada siapa saja yang dirugikan atas peledakan bom pada 17 Juli tersebut.
"Mewakili keluarga dan RW setempat, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan," kata Aceng.
Aceng pun meminta kepada masyarakat untuk pulang ke kediamannya masing-masing. Namun imbauan Aceng ini tak dihiraukan warga. Mereka tetap bergeombol di depan kediaman Nana yang sederhana itu.
Tak tampak ibunda Nana, Zubaedah. Menurut salah seorang tetangga Nana, Zubaedah masih sering tak sadarkan diri menghadapi kenyataan anaknya tewas sebagai pelaku peledakan bom.
"Ibu Zubaedah masih sering pingsan," kata salah seorang tetangga Nana.
(anw/anw)










































