Pemberitaan ini menyebabkan teroris seperti Noordin M Top menjadi semakin merasa jadi jagoan dalam meneror masyarakat.
"Noordin jadi setengah jagoan dalam melakukan teror akibat lebih banyak diangkat oleh pers," kata Prof Dr Ichlasul Amal dalam diskusi "Mengukur Keberhasilan Penaganganan Teroris di Indonesia," di Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Terban, Blimbingsari, Yogyakarta, Jumat (14/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dicari pelaku adalah publisitas dari media," katanya.
Menurut dia, pemerintah harus serius ingin melawan terorisme. Namun hal itu tidak cukup membuat kebijakan UU anti teror.
Karena para teroris juga menggunakan kecanggihan teknologi. Mereka juga mengikuti perkembangan penanganan teroris yang dilakukan pemerintah.
"Saat ini untuk mencari Noordin tidak mudah, Eropa dan Amerika saja untuk menangkap Osama Bin Laden selama 8 tahun, juga tidak berhasil. Padahal dengan alat yang lebih canggih lagi," pungkas dia.
(bgs/rdf)











































